Jogja dengan Hidden Gem Sate Kerenya
- The Blusukers
- Jun 11, 2021
- 2 min read
Updated: Jun 25, 2021
Penulis: Sheila Octarina Nur Azizah

Dokumentasi pribadi- Gamaliel Yuan
Jogja merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak wisata alam dan menjadi tujuan para wisatawan. Namun, tak hanya wisata alamnya saja yang melimpah. Hal lain yang juga perlu dijadikan tujuan saat berwisata di Jogja ialah wisata kulinernya. Karena akan kurang rasanya jika kamu belum berwisata kuliner di Kota Jogja yang menyimpan banyak kulineran unik dan tentunya akan memanjakan lidah.
Makanan khas Jogja yang sering menjadi tujuan utama saat wisata kuliner di Yogyakarta adalah gudeg. Tetapi ternyata tidak hanya gudeg saja loh yang bisa menjadi tujuan wisata kuliner kamu saat berkunjung ke Jogja. Masih terdapat banyak makanan - makanan enak lainnya yang wajib untuk dicoba. Salah satunya yaitu sate kere. Sate kere ini memang bukan merupakan makanan khas asli Jogja melainkan dari kota Solo. Tetapi makanan yang berbahan dasar dari koyor atau lemak daging sapi ini juga banyak ditemukan di kota Yogyakarta, terutama di area Malioboro.
Salah satu sate kere yang menjadi banyak incaran para pemburu sate kere di Jogja adalah Sate Kere Bu Suwarni. Ibu Suwarni sudah berjualan sate kere selama 14 tahun di Pasar Lama Beringharjo. Menurut cerita dari Ibu Suwarni yang kini telah berusia 67 tahun, penamaan sate kere ini bermula karena pada zaman dulu masyarakat sekitar Jogja membeli sate kerenya hanya sekitar satu atau dua tusuk saja. Tidak seperti sekarang, dimana orang-orang bisa membeli satenya dalam jumlah yang banyak.

Dokumentasi pribadi- Gamaliel Yuan
Sate Kere Bu Suwarni tidak hanya menjual sate koyor saja tetapi juga menjual sate daging dan sate ginjal. Untuk tiga tusuk sate koyor atau yang biasa disebut dengan sandung lamur ini dihargai sebesar Rp10.000, sedangkan untuk sate daging dan sate ginjal satu tusuknya seharga Rp 5.000.
Ketika kamu membeli sate Bu Suwarni secara otomatis kamu akan melihat cara pembakaran satenya. Kepulan asap yang menyebar akan masuk ke dalam hidung, dan membuat kamu tak sabar untuk merasakan kenikmatannya. Penyajiannya akan dibungkus dengan lembaran daun pisang serta akan disuguhkan dalam keadaan panas, sehingga akan menambah kelezatan dalam menyantapnya.
Mulai dari kekenyalan sate yang pas, tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu lunak. Sedap bumbu yang diberikan juga mampu menggoyangkan lidah dalam merasakannya. Dan yang terpenting adalah sate sudah tidak menyimpan bau amis yang mungkin akan mengganggu kenikmatan dalam menyantapnya.
Gimana nih sobat blusuk, sudah mulai tergiur untuk mencoba Sate Koyor Bu Suwarni belum? Kalau sudah, kamu bisa langsung datang ke Pasar Lama Beringharjo, karena Sate Koyor Bu Suwarni tidak membuka cabang di tempat lain.
Comments