top of page

Menyusuri Sungai Amazon ala “Kali Opak” Yogyakarta

  • Writer: The Blusukers
    The Blusukers
  • Jul 19, 2021
  • 2 min read

Penulis : Dani Saputra

Dokumentasi pribadi-Rudi Wili Maryanto


Kali Opak adalah Sungai di Provinsi DIY yang melintasi Kabupaten Bantul, sungai ini bermuara di Samudera Hindia dan merupakan anak Sungai Gendol yang berhulu di Merapi, sungai ini juga merupakan sungai terpanjang yang ada di Yogyakarta dan bisa disebut dengan Sungai Amazon karena panjangnya sungai serta sebutan yang terkenal yaitu wisata ala - ala jepang di tepian kali Opak yang terletak di Bantul Yogyakarta.


Wisata yang sering dikenal dengan ala - ala jepang ini dipenuhi dengan eceng gondok di tepian sungainya yang menambah dan mempercantik dari Kali Opak ini sendiri, selain itu di tempat ini juga terdapat penyewaan properti dengan khas Jepang. Seperti payung, baju kimono, serta kipas. Tarifnya juga tidak terlalu mahal dan mudah dijangkau yakni hanya Rp. 3000 untuk masuk tiket masuk, dan sewa baju Kimono sendiri hanya Rp. 25.000 Rupiah. Desa wisata Kali Opak yang sangat luas dan membentang panjang menjadikan banyak spot-spot seru untuk sekedar bersantai maupun self healing di Kali Opak, di pinggiran sungai juga terdapat gazebo yang bisa pengunjung gunakan untuk sekedar bersantai dan menikmati alam yang asri.


Selain menawarkan berbagai keindahan yang ada di Kali Opak, desa wisata ini juga menawarkan instalasi rotan, yang berbentuk bulat dengan ukuran yang cukup besar dimana jika sudah menjelang malam akan tampak bersinar cerah dengan jumlah tujuh, yang dimana ketujuh tersebut juga menjadikan ikon dari Kali Opak. Bergeser ke Kapanewon kalasan terdapat Omah Teh Kalasan dimana ada hal unik disini yaitu membuat teh sendiri dimana kita bisa menikmati teh dengan cara berbeda, yaitu dengan menikmati berbagai jenis teh, dari teh lokal buatan Tegal atau Slawi, dan bisa melihat peracikannya secara langsung dan dimana disana benar - benar terasa nyaman dan tentram berbagai fasilitas publik pun tersedia dari toilet hingga mushola.


Di masa pandemi seperti ini pengelola juga tetap menerapkan protokol kesehatan demi pencegahan Covid-19 dimana setiap pengunjung wajib di cek suhu, cuci tangan, dan menggunakan masker dari kepala Desa Seloharjo Marhadi Badrun “mendukung langkah pemuda di desanya, demi bangkitnya upaya positif kemajuan perekonomian dan wilayah,” Ujarnya.


Comments


4bce292c-6a87-4389-b7bd-954102b294d6.jpg

The Blusukers

  Sudah puaskah kalian para #SobatBlusuk setelah membaca informasi diatas? Informasi tersebut merupakan hasil kerja keras kami selama terjun langsung ke lapangan untuk mencari info terbaru beragam destinasi Wisata maupun Kuliner random yang akan dibahas untuk kalian semua. Salam Hangat dari Kami, Tim The Blusukers.

 

Join My Mailing List

Thanks for submitting!

© 2021 by The Blusukers Team. Yogyakarta, Indonesia.

bottom of page